Telur, Kata orang tua kita dahulu, jadilah manusia yang
mempunyai sifat seperti telur. Telur selalu berbentuk bulat darimanapun asalnya
baik telur dari ayam, bebek, dan angsa. Selalu
berbentuk bulat. Telur itu tidak akan pernah berubah ke bentuk yang lain
seperti persegi atau segitiga. Sifatnya selalu berbentuk bulat. Itulah analogi kita
sebagai manusia jangan pernah berubah sifat walaupun suatu hari nanti keadaan
hidup berubah dari miskin menjadi kaya, rakyat jelata menjadi atasan, rakat
biasa menjadi pejabat. Jangan pernah berubah menjadi orang yang sombong karena
kaya, berbuat ketidakadilan karena kekuasaan, tidak peduli dengan rakyat biasa
karena kepentingan pribadinya. Hiduplah sebagai manusia yang selalu mempunyai
sifat yang baik, mudah berbagi, bersedekah, dan membantu sesama.
Sokko’ jadilah manusia yang mempunyai sifat seperti sifat
Sokko’ dimanapun berada sokko itu tidak pernah sendiri, selalu mempunyai teman
yang menemaninya berupa telur, air, minuman palopo’, ayam, atau dan lain-lain.
Sokko’ bermakna mempunyai sifat persatuan yang erat. Tidak pernah sendiri dalam
setiap keadaan. Begitupula dengan manusia haruslah mempunyai sifat persatuan antar
sesama dalam menjalankan suatu kebaikan. Tidak ada sesuatu hal yang dapat
diselesaikan manusia dalam urusannya tanpa ada bentuk persatuannya.
Pisang, jadilah manusia yang mempunyai sifat seperti sifat
pisang. Dalam setiap bagiannya mempunyai manfaat baik terhadap manusia, mulai
dari akarnya bisa menjadi obat, batangnya bisa menjadi makanan bagi sapi,
daunnya menjadi bahan untuk membuat kue seperti buras, barongkko, dan tumbu’ semua
itu tidak bisa menjadi hidangan kue yang enak bila tidak menggunakan daun
pisang. Pisangnya jauh lebih bermanfaat lagi. Misalnya kambi’-kambi’ bisa dibuat
bila ada pisang, begitupun pisang ijo’ bisa dibuat bila ada pisang, dan
begitupula dengan garu-garu utti, lebih penting lagi pisang goreng tidak bisa
jadi bila tanpa pisang itu sendiri..hehehe. Oleh karena itu semua bagian dari
batang pisang mulai akar sampai pisangnya mempunyai manfaat baik. Demikian pula
manusia harus senangtiasa memberikan
manfaat dimanapun berada dan kapan pun kepada manusia yang lain. Hal ini
sejalan dengan ajaran agama islam bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang
bermanfaat.

Mantab
BalasHapusThankyou brother
Hapus