FILOSOFI TELUR, SOKKO’ DAN PISANG DALAM HARI MAULID - Catatan kita

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 20 November 2019

FILOSOFI TELUR, SOKKO’ DAN PISANG DALAM HARI MAULID




Telur, Kata orang tua kita dahulu, jadilah manusia yang mempunyai sifat seperti telur. Telur selalu berbentuk bulat darimanapun asalnya baik telur dari ayam, bebek, dan angsa. Selalu berbentuk bulat. Telur itu tidak akan pernah berubah ke bentuk yang lain seperti persegi atau segitiga. Sifatnya selalu berbentuk bulat. Itulah analogi kita sebagai manusia jangan pernah berubah sifat walaupun suatu hari nanti keadaan hidup berubah dari miskin menjadi kaya, rakyat jelata menjadi atasan, rakat biasa menjadi pejabat. Jangan pernah berubah menjadi orang yang sombong karena kaya, berbuat ketidakadilan karena kekuasaan, tidak peduli dengan rakyat biasa karena kepentingan pribadinya. Hiduplah sebagai manusia yang selalu mempunyai sifat yang baik, mudah berbagi, bersedekah, dan membantu sesama.

Sokko’ jadilah manusia yang mempunyai sifat seperti sifat Sokko’ dimanapun berada sokko itu tidak pernah sendiri, selalu mempunyai teman yang menemaninya berupa telur, air, minuman palopo’, ayam, atau dan lain-lain. Sokko’ bermakna mempunyai sifat persatuan yang erat. Tidak pernah sendiri dalam setiap keadaan. Begitupula dengan manusia haruslah mempunyai sifat persatuan antar sesama dalam menjalankan suatu kebaikan. Tidak ada sesuatu hal yang dapat diselesaikan manusia dalam urusannya tanpa ada bentuk persatuannya.

Pisang, jadilah manusia yang mempunyai sifat seperti sifat pisang. Dalam setiap bagiannya mempunyai manfaat baik terhadap manusia, mulai dari akarnya bisa menjadi obat, batangnya bisa menjadi makanan bagi sapi, daunnya menjadi bahan untuk membuat kue seperti buras, barongkko, dan tumbu’ semua itu tidak bisa menjadi hidangan kue yang enak bila tidak menggunakan daun pisang. Pisangnya jauh lebih bermanfaat lagi. Misalnya kambi’-kambi’ bisa dibuat bila ada pisang, begitupun pisang ijo’ bisa dibuat bila ada pisang, dan begitupula dengan garu-garu utti, lebih penting lagi pisang goreng tidak bisa jadi bila tanpa pisang itu sendiri..hehehe. Oleh karena itu semua bagian dari batang pisang mulai akar sampai pisangnya mempunyai manfaat baik. Demikian pula manusia  harus senangtiasa memberikan manfaat dimanapun berada dan kapan pun kepada manusia yang lain. Hal ini sejalan dengan ajaran agama islam bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat.

2 komentar: