Diujung yang berlawanan aku berharap engkau menoleh
Ingin memberitahukan bahwa bayangku baru saja hilang
Hilang tertutupi oleh gelap malam yang mulai berdatangan
Sehingga engkau tak bisa melihatku dengan matamu
Haruskah aku mengembalikan cahaya senja agar engkau bisa melihatku ?
Namun, jika saja aku mengembalikannya bukan aku yang engkau lihat namun orang lain yang berada ditempatku menatapmu
Akupun menyerah
Aku tak ingin terlihat seperti pengemis cinta di bawah bintang-bintang yang bertaburan
Aku tak ingin pula dijauhi oleh Tuhan demi engkau
Sehingga membuatku harus mengemis demi cinta yang tak pasti
Detik-detik kepergian sang senja pun mulai berlalu
Aku berniat menitipkan rinduku padanya
Namun kembali aku tertampar oleh malam yang mulai datang
Aku menitip harapan
Kelak diujung senja berikutnya
Aku dan engkau yang aku kagumi
Bersama menyaksikan kepergian sang senja
Bolehkah ?
Aku harap engkaupun merasakan hal yang sama denganku
Namun....
Aku mulai membeku kala engkau lebih memilih malam sebagai waktu yang terindah
Karena aku tak suka dengan malam
Karena dialah bayangmu hilang diujung penglihatanku
Duhai diri, haruskah sejauh itu perjuanganmu mendapatkan cinta yang buta ?
Berpikirlah, dia mungkin saja memiliki pujaan hati yang lain
Janganlah engkau terlalu berharap wahai diri
Sejak itulah
Aku sadar, aku tidak akan terlalu hanyut dalam cinta yang tak pasti
Engkau yang berada diujung sana
Tetaplah berkelana mencari pujaan hatimu
Tapi ingatlah..
Ada satu hati yang selalu mengharapkan kedatanganmu
Engkau dengan jiwa yang tidak membawa cinta yang tak pasti
Jangan membuatku kecewa sehingga memaksaku mengagumi yang lain
Aku
Kamu
Dan DIA sebagai saksi jarak diantara kita
Written by : Ira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar