Teori kekuatan memang berpokok pangkal pada manusia dalam keadaan alam bebas, manusia inabstrakto, seperti halnya teori hukum alam.tetapi gambarnya tentang keadaan berbeda. Sebab menurut teori kekuatan manusia dalam keadaan alamiah pun sudah selalu hidup berkelompok. Jadi satu sama lain sudah saling mengadakan hubungan, walaupun pada waktu itu masih dalam keadaan promissoiteit. Keadaan di mana belum ada lembaga perkawinan. Jadi tegasnya menurut teori kekuatan , siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Yang dimaksud dengan kekuatan disini ialah kekuatan jasmani, dan kekuatan pisik
1. F. Oppenheimer
Sebagai contoh dari teori kekuatan ini misalnya : F. Oppenheimer, bukunya Die Sache, mengatakan bahwa Negara itu adalah merupakan suatu alat dari golongan yang kuat untuk melaksanakan suatu tertib masyarakat, yang oleh golongan yang kuat tadii dilaksanakan kepada golongan yang lemah, dengan maksud untuk menyusun dan membela kekuasaan dari golongan yang kuat tadi terhadap orang-orang baik dari dalam maupum dari luar, terutama dalam sistem ekonomi. Sedangkan tujuan terakhir dari semuanya ini adalah penghisapan ekonomis terhadap golongan yang lemah tadi oleh golongan yang kuat.
2. Karl Max
Menurut Karl Max, negara itu adalah merupakan penjelmaan daripada pertentangan-pertentangan kekuatan ekonomi. negara dipergunakan sebagai alat dari mereka yang kuat untuk menindas golongan golongan-golongan yang lemah ekonominya.Yang dimaksud dengan orang yang kuat atau golongan yang kuat di situ adalah mereka yang memiliki alat-alat produksi. Negara menurut Marx akan lenyap dengan sendirinya kalau di dalam masyarakat itu sudah tidak terdaoat lagi perbedaan-perbedaan kelas dan pertentangan-pertentangan ekonomi.
3. H.J. Laski
Penganut teori kekuatan lainnya adalah Harold J. Laski, bukunya The State in Theory and Practice. Juga, Pengantar Ilmu Politika. Dia berpendapat bahwa Negara itu adalah merupakan suatu alat pemaksa, atau Dwang Organizatie, untuk melaksanakan dan melangsungkan suatu jenis sistem produksi yang stabil, dan pelaksaan sistem produksi ini semata-mata akan menguntungkan golongan yang kuat, yang berkuasa.
Artinya, kalau penguasa itu dari aliran kapitalisme, maka organisasi Negara itu tadi selalu akan dipergunakan oleh penguasa untuk melangsungkan sistem eknomikapitalis. Sedangkan kalau penguasa itu dari aliran sosialisme, maka organisasi Negara itu akan dipergunakan oleh penguasa tersebut untuk melangsungkan sistem produksi menurut ajaran sosialisme. Jadi teranglah bahwa Negara itu hanya sebagai alat yang kuat, yang berkuasa, untuk melaksanakan kepentingannya.
H.J. Laski selanjutnya mengatakan bahwa tidak dapat diragu-ragukan lagi bahwa alas an-alasan yang menentukan arah orang pemerintahan itu bertindak, terlau berbelit-belit untuk dapat diterangkan dengan satu cara saja, tidak ada satu sebab yang dapat menyampingkan sebab-sebab yang lainnya dengan bulat-bulat. Namun dapat juga kita jadikan sebagai patokan umum, bahwa pada umumnya sifat masing-masing Negara itu tergantung pada sistem ekonomi yang berlaku di daam lingkungan masyarakat yang dikuasai oleh Negara itu.
4. Leon Duguit
Sementara itu Leon Duguit, dalam bukunya Trite de Droit Constitutionel, memberikan keterangan tentang pelajaran hukum dan negara yang semata-mata bersifat realistis. Dia tidak mengakui adanya hak subyektif atas kekuasaan, juga menolak ajaran yang mengatakan bahwa negara dan kekuasaan itu adanya kehendak Tuhan, ditolaknya juga ajaran perjanjian masyarakat tentang terjadinya negara dan kekuasaan. Menurut pendapatnya yang benar, dan kebenaran itu bersifat mutlak, adalah bahwa les plu forts, orang-orang yang paling kuat, memaksakan kemauannya kepada orang-orang yang dianggap lemah. Orang-orang yang paling kuat itu dapat mendapatkan kekuasaan dan memerintah disebabkan karena beberapa fator. Faktor-faktor itu ialah tidak lain karena mereka memiliki keunggulan dalam lapangan : pisik, ekonomi, kecerdasan, agama, dan sebagainya. Bahkan nanti dalam negara modern politik sangat menentukan.
Demikianlah perkembangan teori kekuatan. Yang semula kekuatan itu mempunyai pengertian kekuatan pisik, kemudian kekuatan ekonomi, dan akhirnya semua factor yang menyebabkan timbulnya kekuatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar